Pengertian dry cleaning

Ibu mungkin pernah menggunakan jasa penatu untuk membersihkan pakaian atau paling tidak menjumpai berbagai bisnis penatu yang menawarkan layanan laundry dan dry cleaning. Nah, apa sebenarnya yang dimaksud dengan laundry? Apa pula bedanya dengan dry cleaning? Keduanya merupakan proses untuk membersihkan pakaian, namun memiliki fungsi masing-masing.

Pengertian Laundry dan Dry Clean

Sebelum membahas perbedaan laundry dan dry cleaning, mari ketahui pengertian dry clean dan laundry terlebih dulu untuk menghindari kesalahpahaman dan pilihan yang kurang tepat. Laundry merupakan proses pencucian pakaian biasa menggunakan air dan deterjen. Tentu saja hal ini bisa dilakukan oleh jasa penatu, tapi juga bisa dilakukan di rumah dengan mesin cuci dan deterjen biasa. Terdapat pemahaman di masyarakat bahwa istilah laundry hanya dipakai untuk mengacu pada layanan mencuci pakaian oleh jasa penatu, padahal sebenarnya berlaku juga untuk merujuk pada aktivitas mencuci di rumah.

Lalu apa pengertian dry cleaning? Istilah ini dipakai untuk mengacu pada proses pencucian pakaian menggunakan bahan kimia dan teknik tertentu tanpa air atau bisa diterjemahkan menjadi cuci kering. Metode ini memerlukan bahan kimia khusus dan alat khusus sehingga jika Ibu memerlukannya, Ibu lebih baik menggunakan jasa penatu yang menawarkan layanan dry clean. Hanya pakaian tertentu perlu atau bisa dicuci kering. Periksa lagi label perawatan pakaian Ibu, jika memang bisa dicuci biasa dengan mesin cuci di rumah, tidak perlu dibawa ke penatu sehingga lebih murah.

Perbedaan Laundry dan Dry Clean

  1. Keterlibatan air. Dry clean disebut demikian karena memang prosesnya tidak melibatkan air sehingga pakaian tetap relatif kering selama proses pencucian. Pada proses laundry, cucian dibersihkan di dalam air bercampur detergen untuk mengangkat kotoran sehingga cucian perlu dikeringkan setelah menjalani proses laundry.
  2. Bahan pembersih. Bahan pembersih yang dipakai dalam laundry berupa deterjen dengan tambahan pewangi dan pelembut kain, kurang lebih sama dengan yang Ibu pakai di rumah. Dry clean menggunakan bahan kimia perchloroethylene untuk mengangkat kotoran pada pakaian. Sebagian orang yang berkulit sensitif mudah teriritasi oleh bahan kimia yang dipakai dalam proses dry cleaning, sedangkan deterjen yang digunakan dalam proses laundry biasanya lebih aman untuk kulit sensitif.
  3. Proses. Untuk mencuci secara kering, pakaian dimasukkan ke dalam mesin dengan bahan kimia pembersih. Setelah itu, bahan kimia pembersih dipisahkan dari pakaian untuk didaur ulang. Sedangkan pada proses laundry, bahan pembersih dilarutkan ke dalam air dan kemudian dibuang setelah dipakai untuk mencuci pakaian.
  4. Konsumsi energi listrik. Energi listrik yang digunakan untuk proses laundry dengan mesin cuci bisa hingga 50% lebih sedikit dibanding energi listrik yang diperlukan untuk menjalankan mesin dry clean.
  5. Jenis cucian. Hampir semua pakaian sehari-hari bisa dicuci menggunakan mesin cuci dan deterjen biasa di rumah atau, jika waktu terbatas, Ibu bisa menyerahkannya ke penyedia layanan laundry. Sebaliknya, dry clean biasanya diperlukan oleh pakaian-pakaian berbahan atau berstruktur spesial, misalnya bahan wol alami, gaun pengantin, kostum tradisional, dan jas. Meskipun begitu, ada juga jas yang bisa dicuci dengan mesin cuci.
  6. Ongkos. Biaya layanan dry cleaning biasanya dihitung berdasarkan jumlah pakaian, sedangkan biaya layanan laundry biasanya dikalkulasi menurut jumlah atau berat pakaian.

Sekarang Ibu sudah mengerti beda laundry dan dry clean, Ibu tinggal pilih mana yang paling sesuai. Tak perlu lagi pergi ke jasa penatu untuk untuk mendapatkan layanan laundry karena Ibu bisa melakukannya sendiri dengan mesin cuci di rumah untuk menghemat pengeluaran sekaligus waktu. Ingatlah untuk memeriksa label perawatan pakaian. Jika pakaian memang harus dicuci kering, Ibu perlu menyerahkannya ke jasa penatu yang menawarkan layanan dry clean.

Nah, jika Ibu punya tips berguna seputar dry clean dan laundry, jangan lupa untuk berbagi di sini ya.