Jalan-jalan ke pasar tradisional, mengapa tidak? Di jaman modern ini, anak-anak lebih sering berkunjung ke swalayan atau pusat perbelanjaan modern. Padahal, mereka juga perlu mengenal pasar tradisional, lho. Satu kunjungan ke pasar tradisional dapat memberikan banyak manfaat bagi si Kecil. Apabila si Kecil takut bajunya kotor jika berjalan-jalan ke pasar tradisional, yakinkan ia bahwa Ibu punya cara menghilangkan noda di baju  secara ampuh.

Manfaat apa saja sih, yang bisa didapat si Kecil dari kunjungan ke pasar tradisional? Ibu bisa baca selengkapnya di bawah ini.

  • Mengetahui tempat untuk memperoleh bahan-bahan makanan yang ia konsumsi sehari-hari.
  • Mempelajari berbagai jenis bahan makanan baru yang mungkin belum pernah ia makan atau bahkan lihat sebelumnya.
  • Mempelajari berbagai warna dan bentuk dari buah dan sayuran.
  • Mengenal proses jual-beli atau transaksi secara langsung.

Lantas, apa saja yang bisa dipelajari si Kecil saat berada di pasar tradisional?

  1. Mengenal beberapa makanan lokal yang hanya bisa dijumpai di pasar tradisional. Si Kecil perlu tahu makanan apa saja yang berasal dari daerahnya. Beberapa jenis makanan lokal memang tidak dijual di pasar swalayan modern, dan hanya bisa ditemui di pasar tradisional, seperti jengkol dan oncom.
  2. Mengenal bahan makanan untuk hidangan yang dikonsumsi sehari-hari. Apabila biasanya si Kecil hanya mengetahui bentuk makanan yang sudah tersaji di meja makan, kini ia bisa melihat bentuk asli bahan-bahan yang diolah menjadi masakan dan berkontribusi langsung untuk memilih bahan makanan tadi yang akan diolah menjadi hidangannya sehari-hari. Ajak si Kecil untuk membeli bahan-bahan makanan keluarga di pasar tradisional agar ia lebih mengenal bahan apa saja yang dibutuhkan untuk mengolah makanan yang ia konsumsi.
  3. Mengenal beberapa jenis makanan musiman. Nah, di pasar tradisional si Kecil bisa mengenal beberapa jenis makanan yang musiman. Ajak si Kecil untuk mengenal dan mengingat jenis makanan tersebut. Misalnya, di musim hujan akan lebih banyak orang yang menjual kerang, musim durian di bulan Oktober sampai Februari, dan musim mangga pada bulan September sampai November.
  4. Memilih buah, sayur, dan daging yang berkualitas baik. Siapa bilang anak kecil tidak perlu tahu bagaimana cara memilih bahan makanan? Sejak dini, ajarkan si Kecil untuk bisa memilih buah, sayur, dan daging yang berkualitas baik. Beri ia penjelasan bahwa bahan makanan yang baik tentu aman untuk dikonsumsi dan baik bagi kesehatannya.
  5. Belajar berhitung melalui proses jual-beli. Jika biasanya si Kecil belajar menghitung di pelajaran matematika saja, kini ia bisa belajar berhitung dalam proses jual-beli secara langsung. Kegiatan tersebut dapat menjadi pengalaman untuk bekal masa depan si Kecil.
  6. Mempelajari bentuk dan warna dari buah dan sayuran. Sangat penting bagi si Kecil untuk mengenal semua warna dan bentuk dari buah-buahan dan sayuran. Jadi, kenalkan segala jenis buah dan sayur yang si Kecil temukan di pasar tradisional.

Pasar tradisional identik dengan tempat yang becek dan kotor. Namun, sekarang ini sudah banyak pasar tradisional yang bersih dan kering juga, lho. Bila harus pergi ke pasar yang becek, pakaian Ibu dan si Kecil mungkin akan menjadi kotor dan bau. Sesampainya di rumah, sebaiknya Ibu tidak menumpuk pakaian tersebut di keranjang baju kotor . Segera cuci pakaian menggunakan Rinso  dan cara mencuci baju yang benar  ya, Bu! Selain itu, pastikan Ibu sudah mengecek label pakaian agar Ibu dapat melakukan cara mencuci pakaian yang sesuai bahan pakaian dan noda.